Sabtu, 21 Desember 2019


  1. Musabaqah Syarhil Qur’an adalah bidang musabaqah yang mengungkapkan isi kandungan Al-Qur’an dengan cara menampilkan bacaan, puitisasi/terjemah dan uraian yang menunjukan kesatuan yang serasi.
  2. Peserta terdiri atas tiga orang (boleh laki-laki semua atau perempuan semua atau campuran), seorang pembaca ayat, seorang pembaca terjemah/puitisasi, dan seorang pengungkap isi kandungan Al-Qur’an.
  3. Materi musabaqah adalah berbagai topik yang memiliki landasan ayat-ayat Al-Qur’an yang terdiri atas aqidah, ibadah, akhlak, kemasyarakatan/muamalah, dan lainnya.
  4. Tahapan Musabaqah
Persiapan

Dalam penyelenggaraan pendidikan di pondok pesantren, Akhirus Sanah merupakan salah satu moment penting dan berkesan bagi para santri. Pada proseesi ini, menjadi bagian dari simbol kebanggaan bahwa santri telah mencapai perjalanan pendidikan pada tingkatan tertentu.

Akhirus Sanah biasanya dilakukan dalam bentuk pemberian penghargaan serta petuah dari pengasuh pondok kepada santri yang telah melalui tahapan atau strata tertentu. Bentuk penghargaan tersebut dapat berupa dokumen formal maupun cindramata sebagai simbol.


Salah satu cindramata yang lazim digunakan adalah dalam bentuk samir penanda yang berupa kalung dengan bandul logo. Seperti prosesi yang tampak pada video, penyerahan samir diberikan bagi setiap angkatan yang telah menjalani proses pendidikan terhadap materi tertentu.
Sukses selalu


Diatas segala rasa yang pernah ada
Ku persembahkan kau kepada yang maha esa
Jika aku tak mampu menggapaimu
Biarkan butiran-butiran doa menembus angan menyampaikan pada tuhanku
Aku rasa, mencintaimu dalam doa menjadi suatu hal terindah yang aku rasa
Aku dapat menyebut namamu berkali-kali tanpa keraguan
Aku yakin, tuhanku lebih tau
Walau garis tangan yang tergambar tak bisa dipungkiri
Lewat hujan, ku titipkan rindu ini kepadamu

Minggu, 15 Desember 2019

Salah satu syiar atau publikasi tentang kegiatan suatu kaum adalah dilakukan dengan cara melalui pawai, kafilah, atau konvoi. Bagi umat muslim, kegiatan ini boleh dilakukan sepanjang memenuhi nilai-nilai atau kriteria yang etis dan tidak melanggar syariat.

Selain publikasi, pawai juga dapat menjadi media refreshing yang menyenangkan bagi peserta maupun penikmat atau yang menyaksikannya. Seperti yang dilakukan santri Ma'had ABA Ar-Rifa yang menjadi peserta Karnaval Babakan Bersholawat.



Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Desember 2019 sebagai upaya ikut berpartisipasi dalam kegiaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Jumat, 11 Oktober 2019


Hari Santri Nasional (HSN) jatuh pada tanggal 22 Oktober setiap tahunnya. Peringatan ini, ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal Jakarta. Penetapan Hari Santri Nasional dimaksudkan untuk meneladankan semangat jihad kepada para santri tentang keindonesiaan yang digelorakan para ulama. Tanggal 22 Oktober merujuk pada satu peristiwa bersejarah yakni seruan yang dibacakan oleh Pahlawan Nasional KH Hasjim Asy'ari pada 22 Oktober 1945. Seruan ini berisikan perintah kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan tentara Sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca-Proklamasi Kemerdekaan. Sekutu ini maksudnya adalah Inggris sebagai pemenang Perang Dunia II untuk mengambil alih tanah jajahan Jepang. Di belakang tentaran Inggris, rupanya ada pasukan Belanda yang ikut membonceng.

Senin, 23 September 2019


Haflah Akhirussanah merupakan moment yang sangat berarti, bahkan ditunggu-tunggu. Tak terkecuali oleh para wali santri dan masyarakat umum. Ya, karena pada moment inilah, berbagai macam prestasi, kreaksi serta unjuk gigi santri digelar. Haflah Akhirussanah seolah menjadi ajang pembuktian akan pembelajaran yang selama ini diajarkan oleh para guru atau asatidz.
Sudah lazim, di acara ini, para santri tampil beragam kebolehannya. Mulai dari menghafal pelajaran (nadzom), menghafal do'a sehari-hari, praktek ibadah, menghafal qur'an, maupun unjuk kebolehan lainnya seperti: drama, atraksi, seni hadroh maupun tarian islami. Bahkan guna memberi ruang kreatifitas, ada sebagian civitas yang menggelar acara Haflah Akhirussanah hingga 2-3 hari. 
Biasanya hari pertama-kedua diisi dengan khotmil qur'an, khotmil nadhom dan aneka penampilan dari para santri, pawai ta'aruf dan lain-lain, baru di hari terahir dilanjut dengan pengajian umum. Tak jarang dari mereka mengundang mubaligh kondang atau pembicara dari luar daerah. Intinya guna memberikan siraman rohani dan menambah semangat serta keberkahan bagi para santri, asatidz, orang tua dan masyarakat pada umumnya. 

Senin, 16 September 2019


Ki hajar dewantara dengan sistem amongnya dalam pelaksanaan Perguruan Kebangsaan Taman Siswa, menganjurkan supaya segala sesuatu harus didasarkan atas kekuatan sendiri. Itulah system hidup atas kakinya sendiri. Berkenaan dengan system among, maka diadakan pondok asrama. Wujudnya sebuah gedung untuk berguru dan bertempat tinggal guru dan siswa.
ABA Ar Rifa
Pondok  / Asrama ini diselenggarakan dengan menggunakan cara-cara mendidik dan belajar menurut system modern. Semua pelajar berdiam di asrama  gedung sekolah (yang dilengkapi dengan aula besar untuk segala kepentingan pertemuan para pelajar/santri) prinsip self government juga diterapkan disini, dimana para pelajar mengorganisir sendiri perkumpulan yang terdiri dari bagian-bagian olahraga, kesenian, kesehatan, keagamaan, kepramukaan, pelajaran, penerangan dan sebagainya.
Dari uraian di atas, maka perkembangan asrama tidak bisan terlepas dari penyelenggaraan pendidikan itu sendiri. Murid-murid yang ditampung di asrama, dididik dalam suasana kekeluargaan, yang berguna sekali bagi hidup mereka selanjutnya di dalam masyarakat kemudian hari.

Trimakasih Telah Berkunjung di Blog Kami Semoga Bermanfaat

Popular Posts

Blog Archive

Follow by Email