Minggu, 16 Februari 2014



Dikisahkan, seekor katak melompat ke dalam sebuah panci besar berisi air katak yang sedang dipanaskan. Semula air tidak terasa panas dan ia sangat menikmati. Tetapi tanpa ia sadari lama kelamaan air itu semakin panas. Lalu katak itu pun mati dalam air mendidih.
Lain cerita jika katak itu langsung dilempar ke dalam air panas. Mungkin ia akan segera melompat keluar.

Kisah tersebut menggambarkan seekor katak yang mati sia-sia akibat kesalahannya sendiri, yaitu melompat ke dalam panci berisi air yang sedang dipanaskan. Karena tidak peka terhadap keadaan dan perubahan, maka ia pun tidak menyadari adanya kesalahan besar yang sedang ia perbuat.

Begitu pula yang terjadi pada manusia, yang saat ini masih menikmati kerusakan alam akibat perbuatannya, di mana mereka tidak menyadari bahwa itu adalah sebuah kesalahan besar. Namun, lambat laun mereka pun akan bernasib sama seperti “katak” karena sifat mereka yang tidak peka dan tidak peduli terhadap perubahan lingkungan yang sedang terjadi.

Manusia terus menerus mengeksploitasi hutan secara besar-besaran hanya untuk memuaskan keinginannya tanpa memberikan kontibusi yang setimpal untuk lingkungan. Akhirnya ketika hutan dunia telah habis, Tidak hanya itu mereka membangun perumahan, mall, jembatan dan bangunan yang lainnya tanpa memperhitungkan dampak yang akan terjadi mereka baru menyesal dan menyadari bahwa perbuatan mereka adalah salah.

Oleh karena itu, agar kita tidak bernasib seperti “katak”, mulailah mengintrospeksi diri dan belajar lebih peka terhadap perubahan alam yang sedang terjadi. Mulailah lakukan perbaikan.
Karena usaha kita menentukan masa depan kita.


1 komentar:

Video ABA

Mengenai Saya

Trimakasih Telah Berkunjung di Blog Kami Semoga Bermanfaat

Popular Posts

Blog Archive

Follow by Email