Selasa, 24 Juli 2012


1.. Ada si gendut jempol yang selalu berkata baik dan menyanjung.
2.. Ada telunjuk yang suka menunjuk dan memerintah.
3.. Ada si jangkung jari tengah yang sombong dan suka menghasut jari
telunjuk.
4.. Ada jari manis yang selalu menjadi teladan, baik, dan sabar sehingga
diberi hadiah cincin.
5.. Dan ada kelingking yang lemah dan penurut serta pemaaf (ingatkah anda
waktu kecil kalau kita berbaikan dengan musuh kita pasti saling sentuh jari
kelingking?) .

Dengan perbedaan positif dan negatif yang dimiliki masing-masing jari,
mereka bersatu untuk mencapai tujuan (menulis, memegang, menolong anggota
tubuh yg lain, melakukan pekerjaan, dll).

Pernahkah kita bayangkan bila tangan kita hanya terdiri dari jempol semua?

Falsafah ini sederhana namun sangat berarti. Kita diciptakan dengan segala
perbedaan yang kita miliki dengan tujuan untuk bersatu, saling menyayangi,
saling menolong, saling membantu, saling mengisi, bukan untuk saling
menuduh, menunjuk, merusak, dan bahkan membunuh. Sudahkah kasih sayang Anda
hari ini bertambah ^_^


dari milis motivasi

Minggu, 08 Juli 2012


Jika ada yang bertanya, sudah berapa kali kita berpuasa Ramadhan? Tentu kita bisa menjawabnya dengan mudah. Tapi jika pertanyaan itu diteruskan, apa hasil puasa kita selama ini? Dan puasa pada tahun-tahun ? Pertanyaan ini, biasanya mulut kita serasa tersumbat.

Mengapa? Sebab, dibandingkan dengan hikmah dan fadhilah yang ditawarkan Ramadhan, rasanya terlalu sedikit yang telah kita capai. Revolusi kejiwaan, yang semestinya terjadi setelah kita berpuasa sebulan penuh, hingga puluhan kali Ramadhan itu, ternyata masih belum cukup mampu merevolusi jiwa kita. Yang terjadi justru hanyalah sebuah rutinitas tahunan; siang hari menahan diri dari lapar dan dahaga, selebihnya tidak terjadi apa-apa.

Pertemuan dengan bulan Ramadhan bukanlah pertemuan biasa. Pertemuan itu sangat luar biasa. Tidak semua orang punya kesempatan bertemu dengannya. Ia tidak akan bisa dipaksa hadir jika bukan waktunya. Bahkan, kita juga harus tahu, yang sudah punya kesempatan bertemu sekalipun tidak semuanya siap dengan bekal Islam dan Iman dari-Nya.

Karena itu, sungguh, ini nikmat yang begitu besar dari-Nya. Kita termasuk orang-orang pilihan-Nya yang telah ia beri bekal. Mari kita syukuri pertemuan yang akan segara berlangsung itu. Mari kita sambut Ramadhan sebagaimana seharusnya. Mari, kita raih kemenangan dari pertemuan ini.

Syukur memang tidak cukup di lisan saja, tapi harus kita buktikan, dengan kesungguhan dan totalitas. Agar maksimal, mari kita persiapkan segalanya sejak dini.

dari milis motivasi

Jumat, 06 Juli 2012


Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah
Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian
Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri
Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan
Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan
Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan
Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran

dari milis motivasi

Rabu, 04 Juli 2012



















Trimakasih Telah Berkunjung di Blog Kami Semoga Bermanfaat

Popular Posts

Blog Archive

Follow by Email