Kamis, 31 Mei 2012


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اَلْحَمْدُ ِللهِ الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي وصى الأنـسـان بـوالـديـه حسنـا $   أَشْهَدُ أَنْ َلا إِلَه إِلا َاللهُ وَحْدَهُ َلا شَرِيْكَ لَهُ الـذي قضى أن لا نـعـبد الا ايـاه وبـالـوالـدين احسـانـا $ وأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الـمصطفى حبيـبـنـا$ وصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ  مـوالـبـنـاوسـادتـنـا $ وسـلـم تسـلـيمـاكــثـيـرا $ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا مَعَاشِرَ الْحَاضِرِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهِ، اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقُاتِهِ  سـرا واعـلا نـا$ وَقَدْ قَالَ  اللهَ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: أَعُـوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ    الرَّجِيْمِ، بِسْـمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  $ وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاهُمَا فَلا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلاً كَرِيما$

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, atas rahmat dan karuniaNya kepada kita sekalian, sehingga pada kesempatan siang hari ini kita berkumpul di tempat mulia masjid ini dengan selamat sejahtera.
Selanjutnya marilah bersama sama senantiasa kita perkokoh iman dan taqwa  kita, dengan  berupaya melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan segala laranganNya, Insya Allah kita  akan mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia sampai di akhirat, dengan   ridla   Allah Subhanahu wa Ta’ala. Amiin.
Sejenak mari kita arahkan ingatan kita kepada orang yang paling berjasa kepada kita dalam hidup ini, tak lain orang itu adalah orang tua kita. Naluri manusia tentu sama, memiliki kecintaan kepada kedua orang tua. Agama kita mewajibkan kepada kita selain menyembah kepada Allah dengan tanpa menyekutukan, juga berbakti kepada orang tua. Karena keduanya telah menjadi sebab yang nyata terhadap keberadaan kita tercipta didunia ini, Allah telah berfirman :
وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاهُمَا فَلا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلاً كَرِيما
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka
perkataan yang mulia   (QS. Al Isra’ : 23).
Saudaraku, Kaum Muslimin  Rahimakumullah,
Allah telah memerintahkan supaya kita menyembah hanya kepada Allah, dan berbakti kepada kedua orang tua juga senantiasa menghormati mereka jangan sampai melakukan perbuatan yang mengakibatkan luka dihatinya, baik dalam bentuk tindakkan, ucapan maupun sikap yang tidak menyenangkan keduanya. Ini perintah wajib, yang berarti haram hukumnya jika sampai melakukan sesuatu yang menyakiti keduanya, artinya kita wajib selalu menjaga perasaan mereka. Karena mereka telah bersusah payah terutama ibu, sejak mengandung sampai melahirkan, merawat sampai membesarkan dengan penuh kasih sayang, tepat kiranya nyanyian lama, bahwa kasih ibu kepada kita bagai sang surya menyinari dunia. Sehingga Allah mewajibkan pula kepada kita agar bersyukur kepada keduanya.  Firman Allah :
وَوَصَّيْنَا الْأِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْناً عَلَى وَهْنٍ وَفصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu dan bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.  Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”.(QS. Lukman : 14).
Perintah Allah selalu berantai, antara kwajiban menyembah Allah tanpa menyekutukan, dan berbakti kepada orang tua dan menghormati mereka tanpa menyinggung perasaan. Demikian pula perintah bersyukur kepada Allah bersamaan dengan bersyukur kepada kedua orang tua. Beribadah kepada Allah jika tidak berbakti kepada orang tua, ibadahnya akan sia sia belaka tidak diterima, demikian pula bersyukur kepada Allah tak akan diterima jika tidak bersyukur kepada orang tua. Bahkan menyekutukan Allah dan durhaka kepada orang tua   termasuk dosa besar.
Saudaraku, Kaum Muslimin  Rahimakumullah,
Bagaimana cara kita berbakti dan bersyukur kepada Allah dan orang tua, banyak cara yang dapat kita lakukan, yang jelas kita jauhi yang dilarang, terutama yang termasuk dosa besar, kita tunaikan kwajiban sebagai penghambaan kepada Allah. Kepada orang tua kita patuhi keinginannya, kita hormati hak haknya, dan kita do’akan agar mendapat maghfirah dan rahmat dari  Allah Ta’ala. Imam Sufyan Ats Tsauri mengatakan :
من صـلى الصـلـوات الـخمس فقَدْشكـــر الله تعــالى و من دعـاللْوَالِدَيْنِ فِي أدبـار الصـلـوات الـخمس فقَدْشكـــرللْوَالِدَيْنِ       
“Barang siapa yang menunaikan shalat lima waktu, berarti ia telah bersyukur kepada Allah Ta’ala. Dan barang siapa mendo’akan kedua orang tuanya setelah menunaikan shalat lima waktu, berarti ia telah bersyukur kepada kedua orang tuanya”.
Kwajiban menghambakan diri kepada Allah dengan mengEsakan dan tidak menyekutukanNya, serta berbakti kepada orang tua merupakan kwajiban yang harus ditunaikan bagi setiap manusia. Bahkan kewajiban berbakti kepada orang tua itu tidak sebatas ketika orang tua masih didunia saja, sampai orang tua sudah meninggalpun bagi setiap anak tetap berkwajiban berbakti kepada orang tua. Pernah Nabi ditanya oleh seorang shahabat, tentang bagaimana caranya berbakti kepada orang tua yang telah tiada. Nabi kemudian bersabda :
ان من الـبـر بـعـد الـمـوت أن تصـلى لـهـمـا مـع صلاتـك وأن تصـوم لـهـمـا مـع صـيـامـك
Sesungguhnya termasuk cara berbakti kepada kedua orang tua setelah meninggal dunia, hendaknya kau tunaikan shalat, dan tunaikan pula untuk kedua orang tuamu, dan laksanakan puasa, juga lakukan untuk kedua orang tuamu”. 
(HR.Daru Quthni).
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Ta’at dan patuh kepada kedua orang tua adalah kwajiban bagi kita, apapun perintahnya, sejauh tidak perintah untuk berbuat maksiyat dan durhaka serta menyekutukan Allah. Jika orang tua memerintahkan perbuatan tersebut baru kita tidak boleh menta’atinya, tetapi kwajiban kita mempergauli mereka dengan baik, sampaikan penolakan dengan bijak dan halus, jangan sampai tersinggung perasaan mereka. Allah berfirman :

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفاً وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ


“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS.Lukman : 15).

 Semoga Alllah selalu melimpahkan maghfirah dan rahmatnya kepada kedua orang tua kita, dan  memberkati kita sekalian untuk dapat senantiasa menghambakan diri kepadaNya dan berbakti kepaa kedua orang tua kita.
جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ اْلفَائِزِيْنَ اْلآمِنِيْنَ  *  وَأَدْخَلَنَا وَإِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ  * إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ *  قَالَ تَعَالَى وَهُوَ أَصْدَقُ اْلقائِلِيْنَ* أَعُـوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ* بِسْـمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ*  وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لاِبْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ * وَقُلْ رَبِّ اْغفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّحِمِيْنَ*





0 komentar:

Posting Komentar

Video ABA

Mengenai Saya

Trimakasih Telah Berkunjung di Blog Kami Semoga Bermanfaat

Popular Posts

Blog Archive

Follow by Email