Senin, 09 April 2012



Untuk dapat hidup dengan baik pada suatu lingkungan tertentu diperlukan struktur dan bentuk tubuh yang sesuai.
Keadaan lingkungan tempat tinggal organisme ”memaksa” organisme itu untuk beradapatasi. Hal inilah yang mempengaruhi terjadinya keanekaragaman. Perubahanperubahan yang dilakukan untuk menyesuaikan diri terhadap
lingkungan berakibat pada perbedaan struktur bentuk tubuh suatu
makhluk hidup.
Hal inilah yang mendukung terjadinya evolusi. Evolusi
adalah perubahan susunan alat tubuh makhluk hidup yang terjadi
secara perlahan-lahan dan dalam waktu yang relatif lama.
Keanekaragaman makhluk hidup =  keanekaragaman hayati

Perbedaan tumbuhan dan hewan



Tumbuhan
Hewan
Bergerak
pasif
aktif
Makanan
dibuat sendiri (fotosintesa)
tergantung dari makhluk hidup lain
Pertumbuhan
tumbuh terus sampai mati
terbatas sampai usia tertentu
Iritabilitas
tidak memiliki indera
memiliki indera

Perbedaan jagung dan kacang tanah


Organ
Jagung
Kacang Tanah
biji
monokotil
dikotil
batang
beruas
tidak beruas
akar
serabut
tunggang
daun
tulang daun sejajar
tulang daun menyirip

Semua makhuk hidup yang sama spesiesnya (sejenis) dapat melakukan perkawinan dan menghasilkan keturunan yang fertil (subur/dapat melahirkan).
Contoh :  perkawinan kucing ras dengan kucing kampung

Variasi adalah perbedaan sifat (keanekaragaman) pada makhuk hidup dalam satu spesies.
Contoh :  mawar merah, mawar kuning, mawar pink, mawar putih

KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP

Klasifikasi merupakan suatu cara pengelompokan (penggolongan)
dan pemberian nama makhluk hidup berdasarkan
persamaan dan perbedaan ciri-cirinya. Ilmu yang mempelajari
pengelompokan makhluk hidup disebut Taksonomi.
Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah sebagai berikut:
1. mempermudah dalam mempelajari dan mengenal berbagaimacam makhluk hidup;
2. mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup;
3. mengetahui manfaat makhluk hidup untuk kepentingan manusia;
4. mengetahui adanya saling ketergantungan antara makhluk hidup.
Dalam taksonomi terdapat tingkatan takson (hirarki) yang disebut unit taksonomi.
Urutan takson dari yang tertinggi hingga yang
terendah adalah sebagai berikut.

Kingdom (Kerajaan/dunia)
Filum (hewan) atau Devisio (tumbuhan)
Classis (kelas)
Ordo (bangsa)
Familia (suku)
Genus (marga)
Species (jenis)

Klasifikasi sederhana

merupakan pengelompokan berdasarkan persamaan yang sifatnya umum seperti tempat hidup, jenis makanan, dan kegunaan.
Contoh :
1.     Pengelompokan tumbuhan berdasarkan lingkungan tempat hidupnya :
ó xerofit à  tumbuhan yang hidup di tempat kering
ó hidrofit à  tumbuhan yang hidup di lingkungan air
ó hidofit à  tumbuhan yang hidup di lingkungan lembab

2.     Pengelompokan hewan berdasarkan jenis makanannya :
ó karnivor à  hewan pemakan daging
ó herbivor à  hewan pemakan tumbuhan
ó omnivor  à  hewan pemakan daging dan tumbuhan

3.     Pengelompokkan tumbuhan berdasarkan kegunaan :
ó sandang à  tumbuhan yang berguna untuk bahan pakaian
ó pangan à  tumbuhan yang berguna untuk dimakan
ó obat-obatan à  tumbuhan yang berguna untuk obat-obatan

Klasifikasi menurut Carolus Linnaeus (bapak taksonomi)


ó merupakan klasifikasi berdasarkan persamaa dan perbedaan struktur tubuh (bentuk dan susunan tubuh) makhuk hidup.
ó kelompok makhluk hidup yang makin banyak persamaannya makin dekat hubungan kekerabatannya
ó kelompok makhluk hidup yang makin banyak perbedaannya makin jauh hubungan kekerabatannya
ó  
Tata cara pemberian atau binomial nomenklatur. Berdasarkan sistem tersebut, setiap spesies diberi nama dengan dua kata dalam bahasa Latin. Kata pertama huruf kapital (huruf besar) menunjukkan nama marga (genus) dan kata kedua merupakan petunjuk jenis (species), Dimulai dengan huruf kecil. Kata ditulis menggunakan bahasa Latin dan dicetak dengan huruf yang berbeda dengan huruf lain (italic jika diketik dengan komputer) atau dapat pula dengan diberi garis bawah pada setiap kata, jika ditulis dengan tangan.

Contoh nama ilmiah padi adalah Oryza sativa, Oryza adalah nama marganya, sedangkan sativa merupakan penunjuk jenisnya.
Musa paradisiaca L (pisang), nama genus pisang adalah Musa, penunjuk
species-nya paradisiaca, pengidentifikasi pertama dilakukan oleh
ó Linnaeus (disingkat L).

Klasifikasi menurut Lennaeus


Tumbuhan

Hewan

Divisio (divisi)
Phylum (Filum)
Classis (kelas)
Classis (kelas)
Ordo (bangsa)
Ordo (bangsa)
Familia (suku)
Familia (suku)
Genus (marga)
Genus (marga)
Species (jenis)
Species (jenis)

Carolus Linnaeus
Carolus Linnaeus (1707—1778), seorang dokter dan penyelidik alam
berkebangsaan Swedia yang sangat tertarik pada ilmu tumbuh-tumbuhan.
Beliau mengembangkan suatu metode binomial nomenclatur atau sistem
tata nama ganda. Metode ini digunakan untuk tata cara pemberian nama
makhluk hidup. Dasar yang digunakan adalah persamaan struktur tubuh,
(struktur tubuh luar maupun dalam) khususnya struktur alat reproduksinya.
Karena jasanya tersebut, Linnaeus dijuluki sebagai Bapak Taksonomi.

.

Klasifikasi Sistem 5 Kingdom

à  oleh Robert H Whittaker berdasarkan tingkatan organisme, susunan sel dan pemenuham makanan.
           
1.     Kingdom Monera
ó tidak memiliki membram inti (prokariota)
ó bersel satu dengan bagian-bagian inti tersebar dala protoplasma
ó contoh :  bakteri, ganggang hijau-biru (Cyanophyta)

2.     Kingdom Protista
ó memiliki membram inti (eukariota)
ó umumnya bersel satu
ó contoh  :  protozoa, ganggang

3.     Kingkom Fungi
ó memiliki membram inti (eukariota)
ó berdinding sel
ó tidak berklorofil
ó dapat menguraikan zat organik untuk makanannya
ó contoh :  semua jenis jamur

4.     Kingdom Plantae
ó bersel banyak (multiseluler)
ó memiki membram sel (eukariota)
ó berklorofil
ó contoh  :  lumut (Bryophyta), tumbuhan paku (Pteridophyta), tumbuhan biji (spermatophyta :  monokotil dan dikotil)

5.     Kingdom Animalia
ó bersel banyak (multiseluler)
ó memiliki membram inti (eukariota)
ó tidak berklorofil
ó heterotrof
ó mampu berpindak tempat
ó contoh : 
1.     invertebrata (hewan tidak bertulang belakang)
2.     vertebrata  (hewan bertulang belakang)

Penamaan Ilmiah
1.     Nama Daerah
ó hanya dimengerti oleh orang di daerah tertentu
ó tidak dapat digunakan dalam buku/laporan ilmiah
ó contoh :  anggur à  inggris :  grape ;  jerman :  traube
   pisang  à  sunda  :  cau  ;  jawa  :  gedang  ;  bali  :  bui
2.     Nama Ilmiah
ó diatur dalam kode internasional tata nama (binomial nomenclature)
ó terdiri dari dua kata dalam bahasa latin
ó contoh :
{ Magnifera indica (mangga)
{ Zea mays  (jagung)
{ Pongo pygmaeus (orang utan)
{ Musa paradisiaca (pisang kipas)
{ Felias domesticus (kucing)
{ Coffea arabica  (kopi)
{ Carica papaya  (pepaya)
{ Panthera tigris  (harimau gembong)
{ Oryza sativa (padi)
{ Ficus benjamina (beringin)
{ Columba livia  (merpati)

Kunci determinasi :  sejumlah keterangan mengenai ciri-ciri suatu makhluk hidup yang dipakai untuk menentukan kelompok makhluk hidup tersebut.

 

Tindakan yang merusak keanekaragaman makhluk hidup :
1.     perusakan hutan
2.     penggunaan pestisida
3.     perburuan liar

Tindakan pelestiarian keanekaragaman makhluk hidup :
1.     memelihara kelestarian hutan
ó reboisasi
ó melakukan tebang pilih à  memotong kayu sesuai umurnya
ó menghindari kebakaran hutan
2.     Menetapkan daerah perlindungan alam
ó taman hutan raya dan hutan wisata
ó cagar alam
ó taman nasional
3.     Merehabilitasi satwa langka yang dipelihara perorangan
4.     Penangkaran satwa dan tumbuhan yang hampir punah

MACAM –MACAM TINGKATAN KEANAKARAGAMAN
1.     KEANEKARAGAMAN HAYATI TINGKAT GEN
Keanekaragaman hayati tidak saja terjadi antar jenis, tetapi dalam satu jenis pun terdapat keanekaragaman. Adanya perbedaan warna, bentuk, dan ukuran dalam satu jenis disebut variasi.
Keanekaragaman warna bunga pada tanaman mawar. Bentuk, rasa, warna pada buah mangga, serta keanekaragaman sifat, warna bulu dan bentuk pial pada ayam, ini semua disebabkan oleh pengaruh perangkat pembawa sifat yang disebut dengan gen. Semua makhluk hidup dalam satu spesies/jenis memiliki perangkat dasar penyusun gen yang sama.
Gen merupakan bagian kromosom yang mengendalikan ciri atau sifat suatu organisme yang bersifat diturunkan dari induk/orang tua kepada keturunannya.
Gen pada setiap individu, walaupun perangkat dasar penyusunnya sama, tetapi susunannya berbeda-beda bergantung pada masing-masing induknya.

 Susunan perangkat gen inilah yang menentukan ciri atau sifat suatu individu dalam satu spesies.
Apa yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman gen?

Perkawinan antara dua individu makhluk hidup sejenis merupakan salah satu penyebabnya. Keturunan dari hasil perkawinan memiliki susunan perangkat gen yang berasal dari kedua induk/orang tuanya. Kombinasi susunan perangkat gen dari dua induk tersebut akan menyebabkan keanekaragaman individu dalam satu spesies berupa varietas-varietas (varitas) yang terjadi secara alami atau secara buatan.
Keanekaragaman yang terjadi secara alami adalah akibat adaptasi atau penyesuaian diri setiap individu dengan lingkungan,

Pada manusia juga terdapat keanekaragaman gen yang menunjukkan sifat-sifat berbeda, antara lain ukuran tubuh (besar, kecil, sedang); warna kulit (hitam, putih, sawo matang, kuning); warna mata (biru, hitam, coklat), serta bentuk rambut (ikal, lurus, keriting). Cobalah perhatikan diri Anda sendiri! Ciri atau sifat apa yang Anda miliki? Sesuaikan dengan uraian di atas?
2. KEANEKARAGAMAN HAYATI TINGKAT JENIS
Dapatkah Anda membedakan antara tumbuhan kelapa aren, nipah dan pinang?
Atau membedakan jenis kacang-kacangan, seperti kacang tanah, kacang buncis, kacang kapri, dan kacang hijau? Atau Anda dapat membedakan kelompok hewan antara kucing,harimau, singa dan citah? Jika hal ini dapat Anda bedakan dengan benar, maka paling tidak sedikitnya anda telah mengetahui tentang keanekaragaman jenis.
Untuk mengetahui keanekaragaman hayati tingkat jenis pada tumbuhan atau hewan, anda dapat mengamati, antara lain ciri-ciri fisiknya.
Misalnya bentuk dan ukuran tubuh,warna, kebiasaan hidup dan lain-lain.
Contoh, dalam keluarga kacang-kacangan, antara lain; kacang tanah, kacang kapri, kacang hijau dan kacang buncis..

Contoh lain, keanekaragaman pada keluarga kucing. Di kebun binatang, Anda dapat mengamati hewan harimau, singa, citah dan kucing.
Demikian pula pada kelompok tumbuhan yang tumbuh di dataran tinggi dan dataran rendah akan memperlihatkan perbedaan-perbedaan sifat pada tinggi batang, daun dan bunga. Contohnya kelapa, aren, pinang, dan lontar.
Dari contoh-contoh di atas, Anda dapat mengetahui ada perbedaan atau variasi sifat pada kucing, harimau, singa dan citah yang termasuk dalam familia/suku Felidae. Variasi pada suku Felidae ini menunjukkan keanekaragaman pada tingkat jenis.
Hal yang sama terdapat juga pada tanaman kelapa, aren, pinang, dan lontar yang termasuk suku Palmae atau Arecaceae.

3. KEANEKARAGAMAN HAYATI TINGKAT EKOSISTEM

Di dalam ekosistem, seluruh makhluk hidup yang terdapat di dalamnya selalu melakukan hubungan timbal balik, baik antar makhluk hidup maupun makhluk hidup dengan lingkungnnya atau komponen abiotiknya. Hubungan timbal balik ini menimbulkan keserasian hidup di dalam suatu ekosistem. Apa yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman tingkat ekosistem? Perbedaan letak geografis antara lain merupakan faktor yang menimbulkan berbagai bentuk ekosistem.

Perbedaan letak geografis menyebabkan perbedaan iklim. Perbedaan iklim menyebabkan terjadinya perbedaan temperature, curah hujan, intensitas cahaya matahari, dan lamanya penyinaran. Keadaan ini akan berpengaruh terhadap jenis-jenis flora (tumbuhan) dan fauna (hewan) yang menempati suatu daerah.
Di daerah dingin terdapat bioma Tundra. Di tempat ini tidak ada pohon, yang tumbuh hanya jenis lumut. Hewan yang dapat hidup, antara lain rusa kutub dan beruang kutub. Di daerah beriklim sedang terdpat bioma Taiga. Jenis tumbuhan yang paling sesuai untuk daerah ini adalah tumbuhan conifer, dan fauna/hewannya antara lain anjing hutan, dan rusa kutub.
Pada iklim tropis terdapat hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis memiliki flora (tumbuhan) dan fauna (hewan) yang sangat kaya dan beraneka ragam. Keanekaragaman jenis-jenis flora dan fauna yang menempati suatu daerah akan membentuk ekosistem yang berbeda. Maka terbentuklah keanekaragaman tingkat ekosistem.
Totalitas variasi gen, jenis dan ekosistem menunjukkan terdapat pelbagai variasi bentuk, penampakan, frekwensi, ukuran dan sifat lainnya pada tingkat yang berbeda-beda merupakan keanekaragaman hayati.
Keanekaragaman hayati berkembang dari keanekaragaman tingkat gen, keanekaragaman tingkat jenis dan keanekaragaman tingkat ekosistem. Keanekaragaman hayati perlu dilestarikan karena didalamnya terdapat sejumlah spesies asli sebagai bahan mentah perakitan varietas-varietas unggul. Kelestarian keanekaragaman hayati pada suatu ekosistem akan terganggu bila ada komponen-komponennya yang mengalami gangguan.
Gangguan-gangguan terhadap komponen-komponen ekosistem tersebut dapat menimbulkan perubahan pada tatanan ekosistemnya. Besar atau kecilnya gangguan terhadap ekosistem dapat merubah wujud ekosistem secara perlahan-lahan atau secara cepat pula. Contoh-contoh gangguan ekosistem , antara lain penebangan pohon di hutan-hutan secara liar dan perburuan hewan secara liar dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Gangguan tersebut secara perlahan-lahan dapat merubah ekosistem sekaligus mempengaruhi keanekaragaman tingkat ekosistem. Bencana tanah longsor atau letusan gunung berapi, bahkan dapat memusnahkan ekosistem. Tentu juga akan memusnahkan keanekaragaman tingkat ekosistem. Demikian halnya dengan bencana tsunami.



0 komentar:

Posting Komentar

Video ABA

Mengenai Saya

Trimakasih Telah Berkunjung di Blog Kami Semoga Bermanfaat

Popular Posts

Blog Archive

Follow by Email