Rabu, 01 Januari 2020


ABA Ar Rifa.- Sabtu (28/12/2019)
Keluarga Besar Ma’had Ar Rifa dan Santri dan Wali Saantri melakukan serangkaian ziarah di wilayah Jawa Timur. Kegiatan ziarah dimulai dari makam almarhum KH Chamim Djazuli, atau yang akrab disapa Gus Miek. Lokasi makam Gus Miek berada di Jl Makam Auliya’, Tambak (Ngadi), Kediri, sekitar 3 kilo meter dari Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, ke arah Tulung Agung.
Selanjutnya Sowan Masyayikh PP Al Falah Ploso dalam beberapa sumber disebutkan, Gus Miek lahir pada 17 Agustus 1940. Beliau adalah salah seorang putra dari KH Djazuli Utsman, seorang ulama yang dikenal sebagai ahli thariqah dan pendiri Pondok Pesantren Al-Falah, Jl Raya Mojo, Ploso, Kediri, Jawa Timur.

Sabtu, 21 Desember 2019


  1. Musabaqah Syarhil Qur’an adalah bidang musabaqah yang mengungkapkan isi kandungan Al-Qur’an dengan cara menampilkan bacaan, puitisasi/terjemah dan uraian yang menunjukan kesatuan yang serasi.
  2. Peserta terdiri atas tiga orang (boleh laki-laki semua atau perempuan semua atau campuran), seorang pembaca ayat, seorang pembaca terjemah/puitisasi, dan seorang pengungkap isi kandungan Al-Qur’an.
  3. Materi musabaqah adalah berbagai topik yang memiliki landasan ayat-ayat Al-Qur’an yang terdiri atas aqidah, ibadah, akhlak, kemasyarakatan/muamalah, dan lainnya.
  4. Tahapan Musabaqah
Persiapan

Suksus selalu


Diatas segala rasa yang pernah ada
Ku persembahkan kau kepada yang maha esa
Jika aku tak mampu menggapaimu
Biarkan butiran-butiran doa menembus angan menyampaikan pada tuhanku
Aku rasa, mencintaimu dalam doa menjadi suatu hal terindah yang aku rasa
Aku dapat menyebut namamu berkali-kali tanpa keraguan
Aku yakin, tuhanku lebih tau
Walau garis tangan yang tergambar tak bisa dipungkiri
Lewat hujan, ku titipkan rindu ini kepadamu

Minggu, 15 Desember 2019

Jumat, 11 Oktober 2019


Hari Santri Nasional (HSN) jatuh pada tanggal 22 Oktober setiap tahunnya. Peringatan ini, ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal Jakarta. Penetapan Hari Santri Nasional dimaksudkan untuk meneladankan semangat jihad kepada para santri tentang keindonesiaan yang digelorakan para ulama. Tanggal 22 Oktober merujuk pada satu peristiwa bersejarah yakni seruan yang dibacakan oleh Pahlawan Nasional KH Hasjim Asy'ari pada 22 Oktober 1945. Seruan ini berisikan perintah kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan tentara Sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca-Proklamasi Kemerdekaan. Sekutu ini maksudnya adalah Inggris sebagai pemenang Perang Dunia II untuk mengambil alih tanah jajahan Jepang. Di belakang tentaran Inggris, rupanya ada pasukan Belanda yang ikut membonceng.

Senin, 23 September 2019


Haflah Akhirussanah merupakan moment yang sangat berarti, bahkan ditunggu-tunggu. Tak terkecuali oleh para wali santri dan masyarakat umum. Ya, karena pada moment inilah, berbagai macam prestasi, kreaksi serta unjuk gigi santri digelar. Haflah Akhirussanah seolah menjadi ajang pembuktian akan pembelajaran yang selama ini diajarkan oleh para guru atau asatidz.
Sudah lazim, di acara ini, para santri tampil beragam kebolehannya. Mulai dari menghafal pelajaran (nadzom), menghafal do'a sehari-hari, praktek ibadah, menghafal qur'an, maupun unjuk kebolehan lainnya seperti: drama, atraksi, seni hadroh maupun tarian islami. Bahkan guna memberi ruang kreatifitas, ada sebagian civitas yang menggelar acara Haflah Akhirussanah hingga 2-3 hari. 
Biasanya hari pertama-kedua diisi dengan khotmil qur'an, khotmil nadhom dan aneka penampilan dari para santri, pawai ta'aruf dan lain-lain, baru di hari terahir dilanjut dengan pengajian umum. Tak jarang dari mereka mengundang mubaligh kondang atau pembicara dari luar daerah. Intinya guna memberikan siraman rohani dan menambah semangat serta keberkahan bagi para santri, asatidz, orang tua dan masyarakat pada umumnya. 

Senin, 16 September 2019


Ki hajar dewantara dengan sistem amongnya dalam pelaksanaan Perguruan Kebangsaan Taman Siswa, menganjurkan supaya segala sesuatu harus didasarkan atas kekuatan sendiri. Itulah system hidup atas kakinya sendiri. Berkenaan dengan system among, maka diadakan pondok asrama. Wujudnya sebuah gedung untuk berguru dan bertempat tinggal guru dan siswa.
ABA Ar Rifa
Pondok  / Asrama ini diselenggarakan dengan menggunakan cara-cara mendidik dan belajar menurut system modern. Semua pelajar berdiam di asrama  gedung sekolah (yang dilengkapi dengan aula besar untuk segala kepentingan pertemuan para pelajar/santri) prinsip self government juga diterapkan disini, dimana para pelajar mengorganisir sendiri perkumpulan yang terdiri dari bagian-bagian olahraga, kesenian, kesehatan, keagamaan, kepramukaan, pelajaran, penerangan dan sebagainya.
Dari uraian di atas, maka perkembangan asrama tidak bisan terlepas dari penyelenggaraan pendidikan itu sendiri. Murid-murid yang ditampung di asrama, dididik dalam suasana kekeluargaan, yang berguna sekali bagi hidup mereka selanjutnya di dalam masyarakat kemudian hari.

Jumat, 03 Agustus 2018

Salah satu momen penting dalam pendidikan adalah refreshing yang berfungsi sebagai penyegar dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, refreshing juga dapat dijadikan sebagai penyemangat bagi para pembelajar untuk memulihkan semangat untuk menuntut ilmu. Oleh karena itu, ABA bersama para santri menyelenggarakan wisata religi.

Berikut ini merupakan dokumentasi kegiatan wisata religi ABA Ar Rifa bersama para santri:
Trimakasih Telah Berkunjung di Blog Kami Semoga Bermanfaat

Popular Posts

Follow by Email